Pencemaran air, tanah dan udara, masalah sampah, efek rumah kaca dan masih banyak lagi contoh kerusakan lingkungan hidup menyadarkan seluruh umat manusia untuk kembali pada pesan sang Khalik agar manusia sebagai khalifah di muka bumi beranggung jawab menjaga kelangsungan dan keseimbangan hidup, serta memelihara, menjaga dan merawat lingkungan hidup demi kemaslahatan umat manusia sendiri.
Indonesia dengan hutan hujan ropisnya yang kian hari-kian berkurang merupakan paru-paru dunia, hutan Indonesia adalah salah satu hutan penyumbang oksigen bagi dunia, berkurangnya hutan Indonesia menyebabkan negara-negara lain gerah dan berupaya untuk mencegah kerusakan tersebut.
Sekolah yang merupakan gerbang utama ilmu pengetahuan dan tempat transfer informasi, mendapat tugas berat untuk menyadarkan setiap warga sekolah, baik guru, Karyawan , orang tua siswa dan siswa sendiri untuk sadar dan berusaha menjaga dan memelihara lingkungan hidup sekitarnya agar terpelihara dengan baik.
Program Penanaman Pohon di sekolah bermanfaat selain memberikan oksigen yang dapat menimbulkan kesegaran juga dapat menambah keasrian, keindahan dan kenyamanan dalam melakukan aktifitas belajar mengajar. Untuk itu sudah menjadi program sekolah mengupayakan sekolah yang hijau dan bersih, melalui kampanye ” Green School dan Clean School” atau SeKolah Berwawasan Lingkungan. Menjadikan sekolah yang berwawasan Lingkungan tidak sebatas dalm arti fisik, tetapi pula dalam arti pola dan tindakan. memebentuk mental setiap civitas sekolah inilah yang berat. Perlu proses penyadaran melalui berbagai tindakan dan penyadaran.
Upaya membangun sekolah berwawasan lingkungan, perlu adanya dukungan serta kerjasama yang sinergis antar semua komponen baik pihak intern di sekolah mulai dari siswa, guru,tata usaha, kepala sekolah, maupun pihak ekstern seperti orang tua siswa, masyarakat mengingat menjaga kelestarian, memelihara lingkungan merupakan tugas dan kewajiban kita bersama.
Departemen Pendidikan Nasional yang memiliki tanggung jawab untuk merumuskan kebijakan pendidikan, termasuk di dalamnya pendidikan lingkungan hidup. Dewasa ini setiap negara dihadapkan kepada masalah lingkungan hidup, seperti isu pemanasan global, rusaknynya hutan hujan tropis sebagai paru-paru dunia, dan berbagai masalah lingkungan hidup yang lain. Untuk mengatasi masalah lingkungan hidup tersebut, pembangunan nasional diarahkan untuk menerapkan konsep pembangunan berwawasan lingkungan atau pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Salah satu unsur dalam konsep pembangunan berkelanjutan tersebut adalah pendidikan lingkungan hidup (environmental education). Terkait dengan masalah tersebut, Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, memiliki komitmen untuk ikut mengambil bagian dalam mengembangkan pendidikan lingkungan hidup melalui program sekolah berwawasan lingkungan.

SMA Plus YPHB Kota Bogor akan menjalankan kegiatan ini secara serius dan sungguh-sungguh mengingat manfaat yang dapat dipetik dari kegiatan ini begitu besar, karena kegiatan ini bukan hanya bermanfaat bagi sekolah namun juga masyarakat sekitar. SMA Plus YPHB Kota Bogor berupaya untuk menjadi salah satu sekolah yang berwawasan lingkungan. Dua Tahun sudah Program tersebut dilaksanakan diantaranya menumbuhkan dan membentuk karakter siswa yang berwawasan Lingkungan Hidup melalui Pelajaran PLH (pendidikan Lingkungan Hidup), Ikut andil dalam berbagai kegiatan yang berkenaan dengan lingkungan hidup seperti pelatihan daur ulang sampah, pembuatan kompos, seminar pengelolaan sampah dan masih banyak lagi kegiatan yang pernah di ikuti maupun dilaksanakan baik di luar maupun di dalam sekolah.
Dapat dibayang kan jika seluruh sekolah yang ada di kota Bogor ini merupakan sekolah berwawasan lingkungan. Kota Bogor akan menjadi kota yang benar-benar Bersih, Indah dan Nyaman.
Aspek-aspek dalam rangka menciptakan Sekolah Berwawasan Lingkungan :
1. Aspek manajemen : Membentuk tim Sekolah Berwawasan Lingkungan (SBL)yang terdiri dari :
a. Ketua/Koordinator SB: Mengelola SDM, Mengorganisasi staf SBL. dan menentukan kebijakan program.
b.Sie-UKS:Mengatur jadwal pemeriksaan kesehatan pribadi, kesehatan makanan (kantin), Penyuluhan
kesehatan, pemeliharaan kesehatan, pengobatan, pembinaan kesehatan. dl.
C. Seksi- Lingkungan : – Melaksanakan program Pendidikan lingkungan hidup, penyuluhan dan Pengelolaan sampah, penyuluhan kebersihan kelas dan lingkungan sekolah, penanaman, penghijauan, pemeliharaan pohon dan tanaman, penyuluhan kecintaan pada tanaman, pengelolaan air, pembuatan kompos, dan penanaman serta pemeliharaan Tanaman Obat.
2. Aspek kondisi fisik sekolah
Kondisi fisik sekolah dikembangkan dan dirancang untuk memungkinkan terselenggaranya proses belajar mengajar yang menarik dan menyenangkan. Sekolah yang hijau, bersih, tertata rapih akan merangsang siswa untuk belajar dengan suasana emosional dan dan suasana psikologis yang baik. Untuk itu SMA Plus YPHB menerapkan pengelolan sampah mulai didalam kelas dengan enyediakan tempat sampah organik dan anorganik. Tidak hanya itu ondisi fiasik sekolah juga meliputi pengelolaan lingkungan fisik yang teratur, pencahayaan yang cukup, sirkulasi udara yang luas, tempat bermain dan bergerak yang luas, lokasi yang mudah dicapai tempat duduk yang nyaman dan sebagainya.
3. Aspek pemberdayaan warga sekolah.
Keterlibatan dan pembeerdayaan warga sekolah merupakan hal yang penting dalam upaya penerapan Sekolah Berwawasan lingkungan. Tidak hanya siswa, tapi juga Guru, karyawan dan orang tua harus mendukung program ini, mulai dari menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan sekitar, setiap warga sekolah juga diwajibkan memiliki satu buah tanaman atau pohon yang dipelihara di sekolah, kegiatan ni adalah sebuah contoh untuk membentuk karakter setiap warga sekolah agar menyadari pentingnya menjaga kondisi lingkungan Hidup mulai sekarang. selain praktek langsung dalam penanaman atau pemeliharaan pohon, penyuluhan mengenai lingkungan hidup pun secara berkala dilakukan.
